Sabtu, 24 November 2012

ADA 1001 KHASIAT DI BALIK BUAH PINANG

Pinang yang pertama berkembang di negara Filipina dan selain dijumpai juga di beberapa kawasan Asia Tenggara itu, sudah lama dikonsumsi masyarakat di Nang-groe Aceh Darussalam untuk ramuan makan sirih, terutama buah pinang yang sudah tua.
 
Selain dimakan bersama campuran daun sirih, gambir, cengkeh, dan kapur, masyarakat daerah itu juga memakan buah pinang tua yang sudah dibelah kecil-kecil tanpa campuran lainnya. Kegemaran makan buah pinang tua, baik yang dicampur dengan ramuan daun sirih, gambir, cengkeh, maupun kapur, bukan lagi pemandangan yang langka melainkan sudah mentradisi dari dulu hingga sekarang oleh laki-laki dan perempuan.

Jika kita tengok masa-masa lalu, para orang tua memiliki satu tradisi atau kebiasaan yang mereka lakukan, yaitu menyirih (nyeupah). Tradisi mengunyah daun sirih yang di dalamnya berisi biji pinang, gambir, dan kapur sirih tersebut, diyakini mampu memberikan suatu manfaat seperti memperkuat cengkeraman gusi pada gigi.
 
Konon, tradisi tersebut telah dimulai oleh rumpun bangsa Melayu sejak kira-kira 500 tahun sebelum masehi. Kebiasaan itu terdapat di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Srilangka, termasuk Indonesia. Namun, kebiasaan tersebut lambat-laun makin pudar seperti halnya di negara kita.
 
Terdapat satu hal yang perlu diperhatikan dalam kebudayaan menyirih ini. Salah satu bagian yang digunakan untuk menyirih, yaitu pinang (Areca Catechu), diyakini memiliki beberapa manfaat yang berguna bagi dunia kesehatan. Khasiat biji buah pinang dapat digunakan untuk penyembuhan berbagai penyakit, seperti penyakit cacingan, kudis, disentri, difteri, batu ginjal, sariawan, dan mimisan.
 
Menurut penelitian para ahli, yang dikutip oleh ”The Merck Index”, khasiat yang diberikan oleh biji pinang tersebut berasal dari zat-zat yang terkandung dalam biji pinang. Salah satunya adalah Arecoline yang merupakan sebuah ester metil-tetrahidrometil-nikotinat yang berwujud minyak basa keras. Dulu, zat tersebut digunakan dalam bentuk arecolinum hydrobromicum yang berfungsi untuk membasmi cacing pita pada hewan seperti unggas, kucing, dan anjing, sebelum ditemukannya obat cacing sintetik, seperti piperazine, tetramisole, dan pyrantel pamoate.
 
Senyawa lain yang terkandung dalam biji pinang adalah Arecaidine atau arecaine, Choline atau bilineurine, Guvacine, Guvacoline, dan Tannin dari kelompok ester glukosa yang menggandeng beberapa gugusan pirogalol. Sifat astringent dan hemostatik dari zat tannin inilah yang berkhasiat untuk mengencangkan gusi dan menghentikan perdarahan.
 
Berikut ini beberapa manfaat tanaman pinang dan cara menggunakannya :

1. Meningkatkan Gairah
Ambil satu biji buah pinang yang belum mengeras. Kerat-kerat kemudian dikunyah dan dimakan. Cara lain: ambil satu biji buah pinang kemudian dihancurkan dan direbus dalam dua gelas air. Tunggu sampai menjadi satu gelas. Kedua cara itu sama khasiatnya, akan meningkatkan gairah.

Pinang atau jambe adalah salah satu kelengkapan dalam menyirih di kalangan orang-orang tua. Selain itu, masyarakat Indonesia memanfaatkan tanaman ini sebagai obat alami untuk menguatkan gusi, gigi, dan mengobati penyakit cacingan.

Belakangan, pinang diketahui berkhasiat meningkatkan gairah. Di Jepang, bahkan tanaman ini dibudidayakan untuk dijadikan bahan baku industri obat. Biji buah tanaman bernama Latin Areca catechu ini digunakan sebagai campuran kapur sirih yang membuat mulut dan gigi berwarna kemerahan. Pinang juga penting peranannya dalam upacara adat perkawinan Sunda.

“Untuk acara ngeuyeuk seureuh sebelum acara perkawinan. Ini harus selalu ada karena bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perkawinan,” kata Prof H Unus Suriawiria, pakar bioteknologi dan agroindustri dari Institut Teknologi Bandung yang juga warga asli Sunda.

Dalam kehidupan sehari-hari, selain buat menyirih, pinang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat tradisional untuk menguatkan gigi dan gusi. Caranya dengan mengunyah irisan biji buah pinang. Menurut Prof Unus, kebiasaan ini juga diterapkan masyarakat pedalaman di India, Pakistan, Nepal, Hongkong, dan Taiwan.

Masih menurut Prof Unus, khasiat buah pinang tidak hanya berguna untuk gigi dan gusi, "Dalam biji buah pinang terkandung zat yang bermanfaat sebagai obat peningkat gairah." Ia mengutip penelitian di Jepang dan Taiwan bahwa sebuah biji pinang memiliki khasiat setara dengan lima bungkus obat peningkat gairah yang terbuat dari senyawa sintetik. “Seperti penambah gairah pria yang banyak diiklankan itu, lho,” ujarnya.

Khasiat penambah gairah ini bukan sekadar omong kosong belaka karena menurutnya di dalam sebuah pinang terkandung arekolin. Senyawa arekolin ini bersifat kholinergik, yang berguna mengatasi senyawa asetil kholin yang banyak beredar di dalam tubuh. Asetil kholin ini bila terlalu banyak dapat menyebabkan seseorang cepat merasa lelah dan kurang sehat. Sebaliknya, sifat kholinergik pinang bermanfaat menjadikan tubuh sehat, bugar, dan penuh semangat.

Di India, Sri Lanka, dan Pakistan, buah pinang adalah suguhan makanan kecil yang cukup diminati. “Buah pinang di negara-negara itu diiris kecil-kecil dan disangrai. Setelah itu dikemas dalam kantong plastik atau kaleng seperti halnya kacang yang dikemas dalam plastik di Indonesia,” kata Prof Unus.
 

Penderita lemah syahwat dianjurkan meminum ramuan tradisional itu secara rutin selama satu minggu. Lebih baik kalau pasangan suami istri sama-sama meminumnya secara rutin. Menurutnya, dalam masa pengobatan selama seminggu itu, pasangan suami istri dianjurkan tidak melakukan hubungan intim. 
 
Pemanfaatan tanaman obat ini jauh tertinggal dibanding dengan negara lain seperti Cina. Padahal, dari temuan masyarakat yang menyatakan khasiat buah pinang muda untuk meningkatkan seksual dapat dijadikan bahan penelitian masa depan.
 
Mengonsumsi obat-obat tradisional lebih baik dan efisien serta jauh dari risiko ketimbang obat produk yang terkandung bahan kimia. Namun, hingga saat ini belum ada temuan ilmiah yang menyatakan ramuan buah pinang muda berkhasiat meningkatkan seksual
 
 
DISINI   BRO ........!    HERBAL YANG DI DALAM TELAH ADA EXTRAK BUAH PINANG YANG KOMBINASI DENGAN BAHAN TANAMAN OBAT YANG ALAMI 100 % , MAKNYUS
 








Ramuan ini asli buatan Sumenep Madura yang formulasinya digabung dengan Tibbun An- Nabawi sangat manjur bagi laki –laki dan wanita dimana bagi laki- laki yang mengalami ejakulasi dini, disfungsi ereksi, lemah syahwat dan bagi wanita yang frigid, libido menurun untuk  melakukan hubungan seks intim, aman dan nyaman karena  terbuat dari rempah-rempah asli ramuan tradisional  Madura Asli dari  bahan alami, sehingga menjadi ramuan berkhasiat.  Untuk gairah seks,  suami istri jadi sakinah mawaddah warahmah.



                 

 



BINDARA SAODAX 
PELOPOR TIBBUN AN-NABAWI
RAMUAN ASLI MADURA      HERBAL ALAMI sangat  berkhasiat sebagai  herbal alami yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan kenikmatan dalam melakukan hubungan intim. Sangat berkhasiat mencegah dan mengatasi masalah ejakulasi dini. Kuat dan tahan lama dalam hubungan seks.  Pemakaian rutin untuk menjaga stamina.
Komposisi :


Elettaria cardamomum  15%

long pepper                  10%

black pepper                 5%

Nigella Sativa L             15%
dan lain- lain    sampai  100%
 





Harga per botol isi 30 kapsul : Rp. 35000 plus ongkos kirim


 
Harga per Botol Isi  50 Kapsul : Rp 45.000 plus ongkos kirim


 
PEMESANAN :
Pembelian / Pesanan bisa melalui Telp./ SMS di: 087850564233  PIN BB 226161A1  

 
 TRANSFER DI NOMER REKENING  141-00-0797994-1 
 
 
 

1 komentar: